SIPAKATAU menghadirkan tata kelola pengawasan Depot Air Minum Isi Ulang yang lebih terintegrasi, digital, akurat, dan berkelanjutan.
Satu ekosistem data pengawasan
Pencatatan & status terbarui
Berbasis hasil laboratorium
Pemantauan & pembinaan berkala
SIPAKATAU merupakan proyek perubahan untuk mengubah pengawasan kualitas Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) di Kota Makassar dari proses yang tersebar, manual, dan parsial menjadi tata kelola yang terintegrasi, digital, real-time, akurat, dan berkelanjutan.
SIPAKATAU menghubungkan data DAMIU, perizinan, inspeksi sanitasi, pengambilan sampel, pemeriksaan laboratorium, status kepatuhan, pembinaan, dan tindak lanjut dalam satu ekosistem pengawasan.
Perubahan paradigma dari pengawasan konvensional ke platform terdigitalisasi berbasis evidence.
Pengguna jasa DAMIU dari sekitar 1,5 juta penduduk Kota Makassar.
Hasil pemeriksaan Balai Labkesmas Makassar dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).
Kasus diare akut tercatat di Kota Makassar hingga tahun 2025.
Dari 1.130 DAMIU melakukan pemeriksaan laboratorium secara berkala.
Dari 1.130 DAMIU yang telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Tiga pilar utama penguatan tata kelola sanitasi DAMIU yang saling terhubung.
Satu basis data DAMIU yang terintegrasi, mencakup profil usaha, lokasi geospasial, legalitas perizinan, hingga status kelaikan sanitasi.
Alur pengawasan yang terhubung tanpa terputus, mulai dari pendaftaran, inspeksi lapangan, pengajuan lab, hingga penerbitan rekomendasi.
Pemantauan status DAMIU dan hasil pemeriksaan laboratorium secara konsolidatif untuk pengambilan keputusan lintas pemangku kepentingan.
8 fitur teknis utama pendukung efektivitas kerja pengawas dan pengambil keputusan.
Visualisasi persebaran DAMIU secara geospasial berbasis koordinat presisi.
Pengelolaan informasi terstruktur profil pemilik, alat, dan legalitas usaha.
Dokumentasi digital proses pemeriksaan tempat, sarana, dan higiene (IKL).
Pengelolaan alur penyamplingan air secara sistematis dan terverifikasi.
Integrasi hasil uji fisik, kimia, dan mikrobiologi dari Balai Labkesmas.
Penetapan status Layak (MS) / Tidak Layak (TMS) berdasarkan regulasi.
Rekam histori pengujian berkala DAMIU yang mudah ditelusuri ulang.
Pemberian arahan, perbaikan sarana, dan evaluasi hasil tindak lanjut.
Proses berkesinambungan 8 tahap pengawasan sanitasi DAMIU.
Data pemeriksaan laboratorium tidak berhenti sebagai hasil pengujian. SIPAKATAU menghubungkan hasil tersebut dengan data pengawasan sehingga dapat menjadi evidence untuk mendukung penentuan status kepatuhan, prioritas pembinaan, dan pengambilan keputusan.
Dampak positif platform bagi seluruh ekosistem pengawasan air minum.
Optimalisasi pemanfaatan data hasil pemeriksaan dan penguatan peran laboratorium sebagai evidence generator dalam keputusan kesehatan.
Monitoring kualitas air lebih mudah, penetapan kebijakan berbasis data (data-driven policy), dan pengendalian risiko penyakit bawaan air.
Pemantauan DAMIU di wilayah kerja Puskesmas menjadi lebih terstruktur, efisien, dan memiliki rekam data historis yang jelas.
Status kepatuhan lebih jelas, proses pengajuan kelaikan transparan, dan mendapat pendampingan pembinaan yang terarah.
Perlindungan terhadap risiko kualitas air minum meningkat, serta jaminan higienitas sanitasi air yang dikonsumsi harian.
Digitalisasi, integrasi data, informasi lebih cepat, keputusan lebih tepat, respons lebih cepat, dan pengawasan lebih efektif.
SIPAKATAU bukan sekadar aplikasi pendataan, melainkan kerangka kerja strategis tata kelola sanitasi air minum modern.
SIPAKATAU mengintegrasikan seluruh pemangku kepentingan dalam jaringan pengawasan terpadu.
Rencana aksi jangka pendek hingga pengembangan skala nasional.
Implementasi awal dan pemetaan menyeluruh di wilayah Kota Makassar.
Penguatan integrasi perizinan, laboratorium, dan sistem informasi daerah.
Replikasi model pengawasan terpadu ke kabupaten/kota lain di Indonesia.
Pengembangan model pengawasan DAMIU berbasis data terintegrasi secara nasional.
SIPAKATAU mendorong pemanfaatan data, hasil pemeriksaan, dan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pengawasan DAMIU yang lebih efektif dan berkelanjutan.